RIP Sr.M.Venantia Tamba FCJM “Dipilih untuk Berbuah”

Related Articles

 

Dipilih untuk berbuah (bdk. Yoh 15:16)

Sr.M. Venantia Tamba FCJM, nama babtisnya Domma Tamba, lahir di Lumbanjulu 17 Maret 1965, anak Pertama dari 8 bersaudara, dari Bapak Saortua Tamba dan Ibu Rentianna Sinambela.

Masuk Postulan 4 Juli 1986, masuk novis  20 Juli 1987, Kaul Perdana 20 Juni 1989, Kaul Kekal 24 Juni 1995 di Balige, Pesta Perak 8 Desember 2012 di Monteluco Pematangsiantar.

 

Tempat/ tugas yang pernah di emban:

2 Juni 1987; SMA RK Pakkat, 09 Juni 1989; Pastoral Rumah Tangga di Onanrunggu, Januari – Nov 1994; Membantu di Poli klinik Viqueque Timor Leste, 1995; Selesai studi DIII Pendidikan Biologi di Universitas Simalungun, 1995-1999; Guru  SLTP dan  Wakil Ibu Komunitas  di Jl. Asahan, 2000; Studi S-1 Pendidikan Biologi UNIMED, 2000 – 2004; Guru SMP di Jl. Asahan, 2004 – 2006; Kepala Sekolah SMA Tanjung Balai, 2006-2007; Kursus Medior di Roncalli dan Pace e Bene di Roma Italia, Nov 2007 – Juni 2008; Ibu Komunitas di Tanjung Balai, 2008 – 2011; Kepala Sekolah SMP di Pakkat, 2011-2017; Kepala Sekolah SMP Assisi Pematangsiantar, 2013; Selesai Studi S-2 Magister Pendidikan di Unversitas HKBP Nomensen; 2017-2023; Kepala Sekolah SMP Assisi dan Ibu Komunitas di Jl. Anggrek Medan, 12 Juli 2023; Kepala Sekolah SMA RK St. Maria Pakkat.

Sabtu, 19 April 2025 pada pukul 06.15 WIB ia menghembuskan nafas terakhir dan menghadap Bapa di Surga di komunitas St.Clara Pematangsiantar pada usia 60 tahun.

Sr.M. Venantia Tamba FCJM adalah seorang suster yang pendoa, menjalani hidup dengan disiplin, dan mempersembahkan diri sepenuh hati dalam panggilan hidup membiara serta persaudaraan komunitas. Beliau dikenal sebagai pribadi yang patuh pada kehendak Allah melalui kebijakan para pemimpin yang dipercayakan kepadanya, terutama dalam menentukan tempat dan tugas pelayanannya. Sepanjang hidupnya sebagai suster, ia setia mengabdi kepada Allah melalui bidang pendidikan, membawa terang ilmu dan iman kepada banyak orang. Sosoknya yang hangat, penuh kasih, dan jiwa kepemimpinannya membuat para suster muda merasa dekat serta terinspirasi oleh kepribadiannya yang penuh teladan. Dia berusaha mewujudkan mottonya “dipilih untuk berbuah”

Selamat jalan Saudari, biarlah semangat dan teladan hidupmu menjadi matahari yang tetap bersinar dalam persaudaraan kita.

Doc.Sekret FCJM

 

More on this topic

Comments

Advertismentspot_img

Popular stories