KONGREGASI FCJM

Karya Kami

what we do?

PENDIDIKAN

TK, SD, SMP, SMA & SMK

KESEHATAN & REHABILITASI

Pusat Rehabilitasi dan Poliklinik

PANTI ASUHAN

Panti Pius Greccio di Sinaksak

ASRAMA & PKK

Mengelola Asrama Putra & Putri das Karya Pastoral

Don’t Worry Be Happy

Pengalaman selama mengikuti KPKK (Kursus Persiapan Kaul Kekal) masih terngiang jelas dalam ingatanku. Hal itu sungguh- sungguh membuatku semakin diperkaya lewat kegiatan yang kami alami, persaudaraan dengan berbagai tarekat, hidup doa yang sungguh bervariasi  serta kursus yang diakhiri dengan pengalaman retret yang membuatku semakin yakin untuk terus melangkah mengikuti Dia dalam kongregasi kita. Dari seluruh pengalaman tersebut saya mencoba berbagi   salah satu pengalaman retret yang saya alami dalam tulisan ini dan semoga bermanfaat bagi para pembaca dimanapun berada.

Sinar mentari pagi yang sangat cerah, indah dan menggembirakan hati. Cerahnya sinar mentari itu memulihkan kembali tenagaku setelah melakukan banyak permenungan/kontemplasi, dan doa sepanjang hari sebelumnya. Meditasi, jalan salib, doa Rosario, ibadat pagi dam malam, koronka, adorasi dan doa-doa lainnya. Semuanya kulalui dengan penuh sukacita dan syukur.

Menabur Kasih Menuai Damai

 “Kalau kita menatap ke langit dan membiarkan pikiran kita mengembara di ruang angkasa, kita merasa amat kecil dan tidak berarti, sehingga apapun yang kita kerjakan, katakan atau pikirkan seakan-akan tidak ada artinya. Akan tetapi, kalau kita menatap batin kita dan membiarkan diri kita mengembara di kedalaman batin kita, kita merasa menjadi begitu tinggi, dan berarti, sehingga apapun yang kita kerjakan, katakan, atau pikirkan mempunyai makna yang amat besar”

(Henri J.M Noumen)

Menabur sesuatu yang baik, mungkin perjuangan yang gigih, bahkan berharap supaya nantinya bisa menuai yang lebih baik lagi. Kita diajak menata diri supaya tetap bersemangat melakukan perbuatan Kasih itu, dan kelak saat Usia Lansia dapat menuai apa yang ditaburkan semasa usia mudanya. Bagaimana seseorang bisa menuai damai?.

Kunjungan Pastoral Uskup Tanjung Selor ke Monteluco

Kehadiran Mgr. Paulinus Yan Olla, M.S.F., Uskup di Keuskupan Tanjung Selor yang tiba-tiba ke komunitas “Gratia”, FCJM serasa mengejutkan para Suster FCJM.  Pertemuan yang berlangsung singkat namun penuh makna ini serasa membawa kesegaran dengan ramah tamah yang lepas.  Yahh…. karena setiap pertemuan mempunyai cerita yang berharga, begitulah  kalimat yang terbersit ketika berbincang dengan Bapak Uskup ini. (Sr. Angela)

A Few selected Stories about Earthquake and Tsunami in Palu – Donggala, Indonesia

The sad news struk Indonesia of the earthquake and tsunami in the city of Palu, Sigi and Donggala, Central Sulawesi on Friday, September 28, 2018 around 17.02.44 Western Indonesian Time. The quick sweeping Tsuname has left deep sorrow on the Indonesians. The shockwave of the earthquake with a very destructive power swept away anything including homes, worship sites, schools, and public facilities, in a blink of an eye, only to leave debris and mud. Even a large ship moved far inland up to at least 70 meters, crashing into people’s homes, damaged and claimed many casualties. The tsunami wave that was so strong also hit and leveled a number of buildings. This earthquake and tsunami caused many families to lose loved ones: die or disappear and only to leave the ones loosing loved ones sobbing in hysteria. It was written that this earthquake claimed thousands of lives and more than 500 were seriously injured.

In this deepest sorrow, Sulawesi has been receiving special attention from the Indonesian Government, people and the international community. The Indonesians have pulled together many forms of charity purses for the distribution of material assistance, health services and many things that are needed by the victims affected by this earthquake and tsunami. Religious institutions, government and many other institutions have been helping one another in alleviating the burden these affected communities. The international assistance has been very much felt and visible throughout the entire recovery period. Quite a number of countries also expressed their sense of mourning with the Indonesians in Palu, Sigi and Donggala. They acted quickly to deliver emergency assistance to those most affected in Indonesia. Their assistance come in the form of food, basic necessities, refuge and settlement facilities and tools, materials and many other things.

Segelintir Cerita Gempa Tsunami Palu Donggala, Indonesia

Kabar duka menghentak bumi pertiwi Indonesia atas terjadinya Gempa bumi dan tsunami di kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018, pukul 17.02.44 WIB. Tsunami yang berlangsung singkat ini menaruh duka yang mendalam bagi negara Indonesia. Guncangan gempa ini memiliki daya rusak sangat dahsyat, menyapu apa saja termasuk rumah, tempat ibadah, sekolah dan berbagai fasilitas umum, dalam sekejap dan hanya meninggalkan lumpur dan puing. Bukan cuma sepeda motor, mobil, truk, diterjang tsunami dan terhempas, lalu hancur. Bahkan kapal yang begitu besar tehempas ke daratan hingga setidaknya 70 meter, menabrak rumah penduduk. Rumah dihantamnya rusak dan menelan banyak korban.Gelombang tsunami yang begitu keras juga menghantam dan meratakan sejumlah bangunan. Gempa dan tsunami ini membuat banyak keluarga kehilangan orang-orang tercinta: meninggal atau hilang dan mereka yang kehilangan larut dalam isak tangis. Dituliskan bahwa Gempa ini merenggut ribuan jiwa meninggal dunia dan lebih dari 500 lainnya luka berat.

MENGOLAH SAMPAH ORGANIK

(Seminar Para Suster FCJM oleh Tim KPKC Indonesia)

Tim JPIC FCJM Provinsi Indonesia menyadari bahwa perlu peningkatan keasrian komunitas-komunitas suster FCJM dengan mengadakan beberapa program gerakan Cinta Lingkungan.  Sebagai langkah awal Tim JPIC Provinsi Indonesia mengadakan seminar “Pelatihan Pengolahan Sampah Organik”. Maka Rabu, 29 Januari 2019 mendatangkan narasumber “Bapak Janri Parkinson Damanik” lulusan dari Jepang ke Bukit Monteluco di Provinsialat Suster FCJM Jl. Viyata Yudha No. 74 – Pematangsiantar.  Begitu besarnya cinta suster FCJM pada lingkungan sebagai ciptaan Allah yang harus dijaga dan dilestarikan maka sekitar 55 orang suster dan Postulan FCJM dari beberapa komunitas FCJM menghadiri Seminar ini.

Seminar Pengolahan sampah organik ini didasari bahwa pertumbuhan industri, pertambahan populasi penduduk dan pemukiman membuat areal pertanian semakin berkurang dan berubah fungsi. Permasalahan utama adalah “SAMPAH” yang menjadi masalah lingkungan dan belum dikelola secara ramah lingkungan. Kesadaran masyarakat menjaga kebersihan khususnya sampah masih sangat rendah sehingga dapat menyebabkan kebanjiran, kotor di mana-mana serta dapat menyebabkan tanah menjadi gersang.

Dia Yang Memberiku Kekuatan

 Hari ini…, Aku menghitung sebuah awal yang baru. Dengan sebuah alasan untuk hidup yang lebih bermakna. Karena Tuhan melimpahiku banyak kebaikan. Aku telah melalui banyak lorong kehidupan. Tentu dengan kekuatan-Nya. Aku mampu melewati ragam kesulitan dan tantangan. DIA ada dan segalanya bagiku. DIA terangku dalam kegelapan. DIA menarik aku dari keputusaasanku. Aku dikelilingi oleh kasih perlindungan-Nya. Cintaku untuk-MU, kupuji Nama-MU, diatas segala nama. Kekuatanku dan mazmurku, Teman sejati perjalananku, membuatku tiada gentar. Karena kutahu DIA ada dan selalu ada disepanjang jalan hidupku. Trimakasihku untuk-Mu pujaan hatiku…selamanya.

Sr. M. Bonaventura Tamba FCJM, selamat merayakan 60 tahun Hidup bersama DIA!

Pengantar

Tuhan tidak pernah ingin kita gagal. Dia berjanji menemani kita setiap hari hidup kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Berapa banyak kita temukan saat kita membaca Kitab Suci bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil, karena hanya Dia yang mampu membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, kita memasuki dimensi di mana Tuhan membuka rahasia kerajaannya. Ini adalah jalan yang dahulu ditolak oleh manusia pertama. Nuh tahu rahasia berjalan bersama Allah (Kejadian 6: 9), seperti yang dilakukan Abraham (Kejadian 24:40). Melalui Kristus, kita dapat menjelajahi kekayaan mulia mengenal Tuhan seperti yang mereka lakukan — dan bahkan lebih besar lagi karena Roh yang telah diberikan kepada kita! Demikian juga setiap orang yang dipanggil mengalami hal yang sama bagaimana rahasia perjalanannya bersama si pemanggil.

Siapakah dia?

Namanya Saulina Skolastika Tamba. Dia gadis sederhana yang lahir pada tanggal 13 Juni 1939 di Siringo-ringo, Parlilitan dari pasangan Jamen Tamba dan Mangina Br. Hotang. Sebagai anak ke 8 dari Sembilan bersaudara, dia bertumbuh menjadi anak yang memiliki semangat meraih masa depannya. Keinginan yang dalam akan hal-hal rohani nampak dari cara hidupnya sehari-hari. Saulina dibesarkan dalam keluarga yang sederhana. Namun situasi keluarga yang sedemikian tidak membuatnya berhenti untuk mengejar cita hidupnya. Dia menempuh pendidikan seperti anak-anak lain pada jamannya. Batu adalah alat tulis yang digunakan pada saat itu. Orang tua dan sanak saudaranya sangat menyayanginya. Kasih yang dialaminya dalam keluarga mendorong dia untuk pergi menjadi saksi cinta di hati dunia dengan memilih jalan hidup menjadi seorang Suster. Demikian Sang gadis putri Siringo-ringo ini berkisah….

Kunjungan Pastoral Uskup Sunarko ke Monteluco

Hidup kita ini hanya singkat, sesingkat kita meneguk segelas air dan terus berjalan lagi. Kunjungan pastoral Bapak Uskup Pangkal Pinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM  ke Provinsialat FCJM “Monteluco”, Pematangsiantar pada hari Kamis, 13 Desember 2018 ini tergolong singkat namun penuh makna. Kedatangan Sang Gembala yang didampingi oleh RD. Yusup Warsito membawa kesegaran bagi Kongregasi FCJM khususnya bagi beberapa Suster yang menyambutnya, sesegar udara pagi di bukit Monteluco.

Sr. Theodosia Tinambunan selaku Provinsial FCJM dan beberapa Suster FCJM menyambut kehadiran Bapak Uskup dengan senang. Mereka menunjukkan hospitalitasnya dengan keramahan dan tawa lepas nan renyah disertai seteguk juice dan pisang goreng. Yahhhh….perbincangan dari kumpulan menit itu mengalir begitu saja, tanpa kita berikan arah, tanpa kita tetapkan tempat berakhir. Mengalir, mengalir dan terus mengalir….

Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan pastoral yang singkat dari Bpk. Uskup Sunarko. Mengakhiri kunjungannya, Bapak Uskup mohon berkat Tuhan agar melancarkan tugas pelayanan Kongregasi. Terima kasih atas kunjungan yang membawa berkat bagi kami seperti tertulis dalam kitab Mazmur, 84 : 11, “sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik”.

Dan aku melepaskan kursi rotan itu seperti melepaskan kalimat ini Time is like a river. You can’t touch the same water twice, because the water has passed will never pass again.  (Sr. Angela S. FCJM)

Bersukaria dan Bersorak-sorai di dalam Tuhan (2)

“Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur”

Ada hidup untuk kujalani

Ada sentuhan cinta untuk kunikmati

Tak akan ada waktu saat ini

Tanpa Engkau hadir untukku melalui cinta sesamaku

Bukan mudah untuk berjuang meraih asa

Tidaklah ringan untuk berkorban

Demi kesetiaanku menyusuri perjalanan panggilan ini

Namun Tuhan …

Kebahagiaan hidup tak pernah Kau jauhkan dari padaku

Kau biarkan aku jatuh, untuk menolongku bangkit berdiri

Kau biarkan tubuh ini letih

Untuk memberiku kekuatan menggapai harapan

Kau biarkan aku menangis

Untuk memberiku kelegaan dan sukacita

Kau biarkan aku terdiam dan sepi 

Untuk memberiku nada-nada indah lagu kehidupan

Inilah cinta-Mu

Inilah mutiara putih kasih-Mu

Engkau yang mencintai aku

Engkau yang memanggil aku

Engkau yang memilih aku

Engkau yang menuntun aku

Engkau yang menguatkan aku

Hanya karena Engkau

Aku dapat sampai pada hidupku saat ini

Syukur Tuhan atas segalanya yang kuterima dari kemurahan hati-Mu.

Perayaan Syukur Yubileum Hidup Membiara Suster FCJM (1)

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Sabtu, 08 /12/2018) dari Kapel Hati Kudus “Bukit Monteluco-Pematangsiantar” terdengar nyanyian pujian indah penuh sorak-sorai dalam Misa Kudus. Kesempatan indah ini menjadi hari spesial bagi Kongregasi FCJM untuk merayakan Pesta Pelindung Kongregasi FCJM Provinsi Indonesia dan secara khusus bagi ke-7 orang suster FCJM yang merayakan Pesta 25, 50, 60 Hidup Membiara. Misa Konselebrasi dengan Selebran utama Uskup Emeritus Keuskupan Agung Medan, Mgr. A.G. Pius Datubara OFMCap., didampingi oleh 40 orang Pastor Konselebran dan sekitar 600 orang biarawan/ti, keluarga Jubilaris dan umat Allah berlangsung begitu meriah. Lantunan lagu dengan suara emas dari panduan suara semakin menambah hikmatnya Perayaan Pesta Syukur.  Mereka yang berbahagia hari ini adalah Sr. M. Gratia Simanullang FCJM (25 thn), Sr. M. Emiliana Situmorang FCJM (25 thn), Sr. M. Maristella Sitorus FCJM (50 thn), Sr. M. Rufina Siringo-ringo FCJM (50 thn), Sr. M. Flora Sihombing FCJM (50 thn), Sr. M. Bonaventura FCJM (60 thn), dan Sr. Benedicta Sianturi FCJM (60 thn).25, 50, 60 tahun hidup dalam persaudaraan FCJM bukanlah waktu yang singkat, maka sebagai ungkapan rasa syukur atas Penyelenggaraan Tuhan dalam hidup mereka, para Jubilaris seia sekata menyerukan “Aku bersukaria di dalam Tuhan dan Jiwaku Bersorak-sorai di dalam Allahku”. Pilihan tema ini mengandung makna yang mendalam bagi para Jubilaris. Melalui perayaan meriah hari ini, mereka telah membuktikan bahwa mereka telah menentukan pilihan yang tepat hidup dalam Persaudaraan FCJM dengan hidup dalam kesederhanaan/bersahaja, memiliki hati yang terbuka dan rendah hati dengan meneladani hati Yesus dan Maria. Mereka adalah wanita-wanita tangguh dalam melayani Tuhan yang telah memannggil dan memilih mereka.Mereka tetap hidup dalam kesetiaan dengan menghadapi berbagai musim dalam perjalanan hidup ini, ujar RP. Elias Sembiring OFMCap,. Moderator FCJM dalam kotbahnya.