Selasa, 18 November 2025 menjadi tonggak penting bagi Kongregasi Suster FCJM Provinsi Indonesia ketika peletakan batu pertama Komunitas St. Fransiskus Assisi Balige dilaksanakan. Di atas tanah yang telah menyimpan jejak pelayanan sejak tahun 1951, para suster memasuki babak baru sebagai respons atas keputusan Keuskupan Agung Medan untuk melakukan revitalisasi Paroki St. Yosef Balige, sehingga komunitas lama dialihfungsikan sebagai pusat pastoral paroki. Dalam dinamika yang menuntut adaptasi besar ini, para suster memilih bukan jalan mundur, melainkan langkah maju dalam ketaatan dan kesetiaan misi untuk membangun kembali rumah komunitas yang lebih kokoh, dan lebih sesuai dengan kebutuhan pelayanan zaman ini.
Perayaan syukur diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki Balige, RP. Cypriano Barasa, OFMCap, yang dalam homilinya mengingatkan bahwa batu pertama yang diletakkan hari itu bukan sekadar bagian dari konstruksi fisik, melainkan simbol Kristus Sang Batu Karang, dasar yang tak tergoyahkan bagi setiap aspek hidup dan pelayanan. Ia menegaskan bahwa gedung yang akan dibangun hendaknya menjadi tempat Roh Kudus berdiam, ruang di mana Sabda yang didengar dan dihayati menjadi kekuatan para suster untuk terus menjadi teman sekerja Allah.
Sekitar seratus undangan hadir, termasuk dua anggota Dewan Pimpinan Umum FCJM dari Roma, Sr.M. Magdalena Schmitz FCJM, Sr.M. Emmanuela Sitorus FCJM dan Sr. M. Evifania Sinaga FCJM. Dalam sambutannya, Sr.M. Magdalena Schmitz FCJM menyampaikan syukur sekaligus ungkapan kejujuran hati bahwa perpindahan ini bukanlah hal yang mudah. “Sesungguhnya ini bukan yang diinginkan, karena harus meninggalkan tempat yang menjadi rumah induk FCJM Indonesia. Tetapi kami percaya bahwa semua ini merupakan bagian dari penyelenggaraan Ilahi bagi FCJM dan bagi Keuskupan Agung Medan. “Semoga para suster tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas pelayanan.”

Dukungan yang sama disampaikan oleh Dewan Pimpinan Provinsi FCJM Indonesia melalui Sr.M. Theodosia Tinambunan, FCJM, yang menegaskan bahwa perjalanan panjang dan penuh tantangan akhirnya berbuah pada dimulainya pembangunan komunitas yang baru. Beliau berharap proses pembangunan berjalan dengan lancar dan kelak meneguhkan semangat pelayanan, kesetiaan, serta cinta kasih para suster, sehingga melalui doa dan karya, kehadiran Kristus semakin nyata bagi umat.
Acara ini juga dihadiri para pemimpin pemerintah daerah, Dewan Pastoral Paroki, donatur, tokoh masyarakat, tetangga, serta sahabat karya FCJM. Kehadiran luas ini menjadi tanda bahwa pelayanan para suster tidak hanya diterima, tetapi juga dipercaya dan dicintai oleh banyak pihak. Ketika batu pertama akhirnya diletakkan, suasana haru menyelimuti para suster yang telah lama berkomunitas di Balige. Dengan memilih pelindung St. Fransiskus Assisi, komunitas ini diarahkan menjadi rumah yang memancarkan kesederhanaan, kedamaian, dan kasih yang merangkul semua ciptaan.
Pembangunan ini dapat dilaksanakan berkat dukungan penuh dari Ministry Fund Amerika. Para suster percaya bahwa komunitas baru ini akan menjadi tempat yang meneguhkan kehidupan doa, memperdalam persaudaraan, dan memperluas pelayanan bagi mereka yang membutuhkan. Peletakan batu pertama ini menjadi pengingat bahwa misi tidak pernah berhenti. Allah bekerja melalui langkah-langkah kecil, melalui tangan yang mau melayani, dan melalui hati yang siap diutus. Semoga komunitas yang akan berdiri ini sungguh menjadi rumah yang menghadirkan damai, menyalakan kasih, dan menumbuhkan harapan bagi banyak orang. (SYG)
