“Uang tidak kucari dan emas membuatku menggeleng kepala.

Hidup damai yang tahu bahasa bintang adalah pamrihku”

(Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr)

 

Ada sebuah lagu yang berjudul “Lilin-Lilin Kecil”. Penggalan refreinnya sebagai berikut:

Dan kau lilin-lilin kecil, sanggupkah kau memberi
Sanggupkah kau memberi seberkas cahaya
Dan kau lilin-lilin kecil, sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat seisi dunia

Lagu “Lilin-Lilin Kecil”, diciptakan oleh James. F. Sundah, seorang composer legendaris Indonesia. Lagu tersebut pertama kali diperkenalkan dalam lomba cipta lagu Remaja tahun 1977. Dan semakin dikenal sejak lagu ini dibawakan oleh Chrisye. Secara simbiose mutualisme, lagu tersebut menjadi kereta bagi Chrisye menapak jenjang ketenaran saat itu. Chrisye adalah Lilin-lilin Kecil, begitu pula sebaliknya. Akhir-akhir ini, anak-anak sekolah minggu, senang menarikan lagu ini dengan  membawa lilin bernyala. Jadilah lagu ini makin ngetop banget.

Syair dalam lagu lilin-lilin kecil mengandung makna yang mendalam, yakni mengajak kita baik anak-anak, kaum muda maupun tua mampu berpijar dan memberi seberkas cahaya bagi seisi dunia terutama bagi orang terdekat yang ada di sekitar kita. “Become a candle means give light to others and let ourselves on fire”, artinya menjadi lilin berarti memberikan cahaya bagi orang lain dan membiarkan diri kita sendiri terbakar. Menjadi lilin tentulah tidak mudah tetapi juga tidak terlalu sulit. Filosofinya adalah membiarkan dirinya sendiri meleleh habis terbakar hanya untuk memancarkan sinar. Posisi jelas yakni rela terbakar habis demi memberi seberkas cahaya dalam kegelapan dan tentulah menuntut pengobanan diri.

Tuhan mencipta kita umatNya untuk menjadi “Lilin-lilin Kecil”. Kita diajak untuk memancarkan terang dalam gelapnya dunia ini. Usia senja adalah usia indah dan bahagia, dimana sudah mengalami banyak nuansa hidup ini, tantangan dan kesulitan, keberhasilan dan kebahagiaan. Itulah sebabnya usia senja dipatrikan usia menjadi cahaya yang memancarkan seberkas cahaya bagi semua orang yang ada di dekatnya. Dengan menjadi lilin kecil, hidup kita akan damai dan dipenuhi rasa syukur,  seperti kata Romo mangun di atas “uang tidak kucari dan emas membuatku menggeleng kepala. Hidup damai yang tahu bahasa bintang adalah pamrihku”, pada akhirnya kita akan semakin menyadari bahwa kedamaianlah yang tahu bahasa bintang. Di dalam dunia ini tidak ada yang sempurna, nothing perfect in the world, maka mari hanya menjadi lilin saja, menjadi sinar kecil dalam kegelapan. (Sr. Angela Siallagan)

Doa :

Bapa di surga, kami bersyukur atas hari-hari hidup yang Engkau berikan kepada kami. Kami bersyukur juga atas kebahagiaan, keberhasilan, kesulitan, kegagalan dan segala pengalaman dalam hidup kami. Engkau menggenggam hati dan seluruh jiwa raga kami hingga kami senantiasa percaya pada kehendakMu. Kami mohon, bantulah kami dengan berkatMu agar senantiasa mampu menjadi lilin kecil yang mampu memberikan sinar bagi siapa saja yang ada di sekitar kami. Amin.