(Pesta Kaul Kekal 8 orang Suster FCJM)

Romo Warsito dengan lincah memainkan jari jemarinya diatas tuts organ electronik menyambut para undangan yang datang dari berbagai daerah. Mereka mengayunkan langkah menuju Kapel megah Hati Kudus Yesus dengan iringan melodi lembut dari jemari sang Romo. Hingga sampai di bangku kapel dihantar untuk semakin khusuk berdoa dan menyatukan hati mohon berkat bagi perayaan hari ini.

PERAYAAN KAUL KEKAL untuk 8 orang Suster FCJM Provinsi Indonesia ini menjadi alasan penting untuk menyatukan sebanyak 35 orang Pastor dari berbagai daerah di Keuskupan Agung Medan dan sekitar 700 orang undangan yang berasal dari kaum religius, keluarga Jubilaris, kenalan dan rekan kerja. Mereka berkumpul untuk mendukung pengikraran Kaul Kekal para Suster tersebut.

Foto bersama Jubilaris, Pimpinan FCJM dan 35 orang Imam Konselebran.

Adalah sesuatu yang pantas dibanggakan bahwa Keuskupan Agung Medan mendukung pesta syukur ini sehingga RP. Frans Borta Rumapea, O. Carm yang adalah Sekretaris Keuskupan Agung Medan, hadir sebagai selebran utama dalam perayaan ekaristi yang dimulai Pkl. 09.00 WIB pada hari Sabtu, 22 Juni 2019 di Jl. Viyata Yudha No. 74, Pematang Siantar itu.

“Tinggal dalam Aku, akan menghasilkan buah yang banyak” merupakan tema perayaan yang dipilih oleh Jubilaris. RP. Moses Elias Situmorang sebagai pengkotbah yang dipilih oleh Jubilaris berkotbah dengan suara lantang, vokal yang jelas dengan isi kotbah yang mendalam. Disampaikan bahwa gambaran hidup orang yang terpanggil memiliki dinamika jatuh bangun dan perjuangan yang tak terbilang jumlahnya, namun Tuhan akan tetap setia dengan kelimpahan rahmatNya. Seorang Suster FCJM yang menghasilkan buah tergantung pada relasinya dengan Tuhan yang diungkapkan lewat karya, perhatian kepada sesama dalam medan pelayanan dan doa. Tandanya orang berbuah seperti dilukiskan oleh injil dengan pohon anggur yang berbuah, salah satu cirinya adalah adanya afeksi dalam hidupnya. Afeksi adalah ungkapan perhatian seseorang, care kepada orang lain sehingga ada rasa nyaman, melindungi, mendukung dan menyetujui dalam relasi. Afeksi menjadi penguat, pengikat dan pupuk dalam persaudaraan. Pastor Moses menambahkan supaya kita terutama para Jubilaris tetap “Manat unang tarrobung, nanget unang tartuktuk” , umpasa batak ini ingin mengatakan supaya dalam melakukan pekerjaan apa saja atau mengucapkan apa saja hendaklah tidak terburu-buru dan selalu dipikirkan atau diantisipasi sebelumnya. Oleh karena itu, kita perlu menguasai diri karena orang yang tidak dapat menguasai dirinya akan jatuh dalam berbagai perbuatan dosa, menjadi manusia yang kasar dan liar dalam tindakannya. Tetapi, marilah kita menguasai diri kita agar mampu menghasilkan buah kehidupan. Buah itu berupa keramahan, murah senyum, taat kepada pimpinan dan bahagia melaksanakan tugas pelayanan, pungkasnya.

Aspiran FCJM yang menari Persembahan saat Misa.

Selesai perayaan ekaristi dilanjutkan dengan ramah tamah di pelataran komunitas Provinsialat FCJM. Sr. M. Theodosia Tinambunan FCJM, yang dalam jabatannya sebagai Provinsial FCJM mengatakan syukur dan terimakasih banyak atas dukungan semua pihak kepada suster FCJM terutama kepada 8 orang Jubilaris yang hari ini dengan langkah berani dan yakin bergabung dalam perahu FCJM untuk menjadi anggota defenitif dalam Kongregasi. Kebanggaan kita juga disempurnakan dengan kehadiran para tunas-tunas muda yang semakin berkembang. Seperti kita lihat pada saat ini sudah berkumpul 32 orang aspiran FCJM (28 berada di Indonesia dan 4 orang di Timor Leste). Mereka datang dari berbagai daerah dengan niat tulus menjadi bagian dari Kongregasi FCJM. Maka, semoga kehadiran para tunas-tunas muda ini menambah semangat kita untuk menjadi berkat di hati dunia dimana pun kita berada. Sekali lagi atas nama Dewan Pimpinan dan Kongregasi FCJM kami mengucapkan terima kasih banyak untuk semua pihak yang mendukung jalannya pesta hari ini, semoga Tuhan yang membalas kebaikan hati kita semua, ungkapnya dalam menutup acara ramah tamah dan buka kado pada malam hari. (Angela Siallagan)